Rindu
Kita pernah berpapasan di sini
Segala jurusan yang sepi
Kau bayangkan kita masih bisa berpapasan di sini
Aku bayangkan kita tak berpapasan saat ini
Aku membiarkan kau menjelma embun kata bosan dalam puisi
Aku rumuskan fajar yang lain
Suasana dari sajak dibawa tamasya
Tak ada yang ditinggalkan
Laki-laki itu bersitahan menanggalkan namanya
Menuliskan sesuatu yang fana
Agar tidak menjadi curang pada kenangan
Pada malam yang urung terbuang
Katanya, di sini ruang terjuntai pucat
Lantaran ada yang menepi di pangkal mimpi
Laki-laki itu belum menerka kata paling romantis yang seperti gerimis
Segala jurusan yang sepi
Kau bayangkan kita masih bisa berpapasan di sini
Aku bayangkan kita tak berpapasan saat ini
Aku membiarkan kau menjelma embun kata bosan dalam puisi
Aku rumuskan fajar yang lain
Suasana dari sajak dibawa tamasya
Tak ada yang ditinggalkan
Laki-laki itu bersitahan menanggalkan namanya
Menuliskan sesuatu yang fana
Agar tidak menjadi curang pada kenangan
Pada malam yang urung terbuang
Katanya, di sini ruang terjuntai pucat
Lantaran ada yang menepi di pangkal mimpi
Laki-laki itu belum menerka kata paling romantis yang seperti gerimis
Terputus-putus ketika bening
Ketika yang sia-sia tak sampai juga abadi
Suatu hari nanti, jangan kau ceritakan padaku
Kenapa puisi ini sangat rindu padamu
Suatu hari nanti, aku tak lagi berkenan puisiku
Menjadi dirimu, menjadi rindu terkeluh
